«

»

Jan 29

UPDATE POLA KEHIDUPAN KITA

Saya pernah nanya begini kpd beberapa org peserta pelatihan : “Misalnya anda bangun terlambat menuju ke bandara. Secara kalkulasi jelas tdk bakalan kekejar. Tapi anda teruskan itu perjalanan ke bandara. Eh lha kok macet parah. menurut anda sial / beruntung ?

Peserta : ” Sial pak … Udah bangun telat eh kena macet “ Saya : ” Lha … Ternyata pesawat anda delay penerbangannya 4 jam. Sehingga anda bisa naik pesawatnya, alias gak ketinggalan. Ini anda sial / beruntung ? ” Peserta : ” Wah ya beruntung pak ” Saya : ” Nah di ruang tunggu yg sama, ada orang yg mengejar kerjasama bisnis. Kalau terlambat ia kehilangan proyek bernilai milyaran rupiah. Gara2 delay pesawatnya, dia kehilangan proyek itu. Menurut anda, org itu sial / beruntung.? ” Peserta : ” Sial pak ” Saya: ” Nah, tapi beberapa bulan kemudian. Ternyata teman org itu, yg memenangkan proyek karena org itu pesawatnya delay, ternyata temannya kena tipu milyaran rupiah. Gara2 pesawat 4 jam, org itu tdk kena tipu. Org itu sial / beruntung ? ” Peserta : ” Ya beruntung Pak ” Dari percakapan di atas, nampak bahwa sebenarnya penilaian kita atas peristiwa bisa berubah seiring waktu. Ya, seiring waktu, lalu ada kejadian lain setelahnya, maka judgement kita atas peristiwa, bisa berbalik 180 derajat. Sebuah peristiwa yg kita katakan SIAL pada suatu waktu, 6 bln, 1 thn, 10 thn mendatang, bisa jadi malah kita SYUKURI. Mungkin saja, ada kejadian pagi ini, kemaren, 1 thn lalu, 5 thn lalu yg masih sulit anda terima. ” Beruntung dimananya ? Jelas2 saya disakiti ? ” Mungkin begitu penilaian anda. Tapi, lihat saja seiring waktu berlalu. Karena SEMUA HAL dalam HIDUP TIDAKLAH TETAP. Semuanya MENGALIR. Semuanya BERUBAH. PENDERITAAN dimulai, saat kita KAKU dalam MENILAI. Kita terus menerus MEMEGANG PENILAIAN atas sebuah PERISTIWA yg TIDAK ENAK. Dan menutup mata, terhadap peristiwa kelanjutannya. Yg mana sebenarnya peristiwa kelanjutannya itu, menjelaskan fungsi dari peristiwa tdk enak yg sebelumnya. Kita akan tersesat di Jakarta, kalau menelusuri kota Jakarta thn 2015, dgn menggunakan peta Jakarta thn 1950. Kita perlu mengUPDATE peta kota Jakarta yg kita miliki. Karena Jakarta terus berubah. Kita pun tersesat dlm hidup, saat kita tdk mengupdate peta penilaian kita atas peristiwa. Kita melihat orang, dgn peta penilaian jadul (jaman dulu). Kita MENILAI peristiwa dgn PETA yg KADALUARSA. Bisa jadi org yg kita benci 5 thn lalu, sekarang dia berubah 180 derajat jadi org baik. Lalu MENGAPA MASIH JADI PENDERITAAN bagi kita ? Karena kita masih MEMEGANG ERAT PETA LAMA dlm MENILAI orgnya. Mari kita UPDATE PETA KEHIDUPAN kita. Tetaplah : Sabar,  Syukur, Ikhlas. Rawatlah : Iman, ibadah, Akhlaq. Teruslah: Shadaqah, ikhtiar dan belajar..